Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2011
Final recce for "Kotak Musik" hari itu kami hanya melakukan reccee di apartemen aja, karena set apartemen adalah set yang paling banyak shotnya. final reccee ini dihadiri oleh DOP Salfero Albert, astrada 1 William Chandra, astrada 2 Khiva Iskak, Artistik Rita, manager lokasi, produksi dan sound.

Shooting Teaser HI5TERIA movieeee

Ekskul FILM di SMU 34

Gue sibuk-sibuk gini masi punya ekskul loh. hahaha... passion gue salah satunya adalah mengajar. pada mulanya gue merasa bahwa gue punya masalah dengan komunikasi. gue tuh pendiem. temen gue waktu SMA gak banyak. bahkan dirumah gue gak bergaul sama tetangga. TAPI... seiring berjalannya waktu, dengan ngebuat film gue terlatih untuk berkomunikasi dengan orang lain. gila aja kalo gue gak bisa komunikasi dengan baik lantas gue berbicara ngomong konsep gimana ke kru gue??? nah, karena sering bikin film pendek gue jadi punya keberanian untuk berbicara, juga berbicara didepan umum. akhirnya gue sering dipanggil buat jadi juri festival film pendek SMA, pembicara film di komunitas-komunitas indie, dosen dsb..

Nah, gue pun menikmati sebagai seorang pengajar. bagi gue mengajar itu selain berbagi ilmu juga mengasah kemampuan gue sendiri. gue menjadi paham banget dengan esensi filmmaking (dan masih terus belajar sampe sekarang). Gue gak pelit ilmu, kata temen-temen gue. honestly, kalo gue bisa ng…

JESSYE AWUY : Cast Hantu Anak Kecil HI5TERIA omnibus

Pagi tadi jam 10am gue udah nunggu kedatangan calon pemeran untuk film "Kotak Musik" satu diantara 5 film horor HI5TERIA project. setelah 30 menitan, wajah manis Jessye terlihat dikejauhan, ditemani mama-nya Fabiana Awuy Jessye melangkah mendekat ke meja gue.

DULU, kakak Jessye yang bernama Jennye pernah main film gue yang judulnya "Bye Lulla Lullaby". tadinya yang ingin memerankan Lulla difilm itu adalah Jessye, namun ternyata Jennye saat itu masih terlalu kecil dan agak sulit di direct, maka yang terpilih adalah Jessye.

Sekarang karena Jessye sudah melesat tinggi badannya, maka gue akan memilih Jessye. Jessye yang sudah terbiasa shooting iklan ini menjadi jaminan buat gue bahwa peran hantu ini akan dibawakan dengan baik. Jessy juga bukan anak yang pemalu, keliatan dari cara dia berbicara yang lantang dan engga malu-malu disaat gue berinteraksi dengan dia.

Orang tua dari Jessye sendiri sangat support dengan peran yang akan dilakukan oleh Jessye. Selama tidak men…

Meeting LGBT Omnibus

Siang tadi jam 3 di Black Canyon Coffee di Cipete untuk pertama kalinya produser LGBT omnibus project, Lola Amaria ketemu sama Gesata Stella, pemain untuk film pendek gue "Pembalut". Gue menceritakan konsep secara keseluruhan dari film "Pembalut" ke Lola. Juga hadir selain kita bertiga, Laila sang penulis skrip kesembilan film pendek yang tergabung di LGBT omnibus project. proyek omnibus ini terdiri dari 9 orang sutradara yang diantaranya: Dinda Kanya Dewi, Kirana Larasati, Lola Amaria, Aline Jusria, Adriyanto Dewo, Billy Christian, dan 3 orang sutradara lainnya.

Dari penjelasan Lola sebagai produser, nampaknya niat Lola memang tidak mau project ini komersil, karena khawatir dengan penyensoran film. Tapi bagi gue pribadi, gue justru sangat ingin bahwa filom ini bisa menyentuh seluruh lapisan masyarakat. artinya, kita mesti bisa membuat self-censorship untuk film kita sendiri sehingga film ini bisa dinikmati khalayak umum seperti film-film bioskop yang lain tanpa r…

My Inspiration : Gustave Klimt

My inspiration : Egon Schiele paintings

MATI1/2HIDUP is my unborn child

project MATI1/2HIDUP adalah anak yang sedang gue tunggu kelahirannya. gue udah lama menantikan project ini untuk direalisasikan. gue berharap banget project ini bisa ditangai oleh produser yang tepat. dan gue mesti berhati hati sama orang-orang yang bisa aja mencuri ide gue. bikin ide itu gak gampang lho.

LGBT OMNIBUS

mengenai omnnibus LGBT yang diproduseri oleh Lola Amaria, besok gue kan ketemu dia untuk membahas lebih lanjut mengenai project ini. so far gue sudah menentukan aktor yang akan bermain di project LGBT ini. tapi untuk skenarionya beluim rampung. konsepnya simple banget dan hanya melibat satu orang aktor saja. hal ini menjadi tantangan tersendiri buat  gue.

gue akan ekskusi film ino awal desember 2011 dan harus rampung di akhr desember hingga format rough cut. begitu yang dijelaskan oleh produser. untuk shootingnya sendiri gue hanya akan menghabiskan satu hari dan satu lokasi.

Dealing with investors

dengan ketiadaannya produser yang membantu gue berhadapan dengan investor pada akhirnya gue harus berjuang sendirian menghadapi mereka. tapi gue belajar banyak mengenai bisnis dan industri. begitu banyak ilmu yang gue dapet tentang market dan bisnis itu sendiri. Dua hari yang lalu gue menghadiri opening Q film festival, dan di backpack gue ada 3 folder presentasi, karena sorenya sebelum acara gue mesti presentasi ke salah seorang produser yang dulu pernah membuat film layar lebar. things getting better.  gue belajar banyak.