Langsung ke konten utama

Film Petak Umpet Minako



Petak Umpet Minako dibuat berdasarkan sebuah novel bestseller dengan judul yang sama "Petak Umpet Minako". Bercerita tentang segerombolan orang yang mengadakan reuni sekolah di gedung sekolah mereka yang kini sudah lama tidak digunakan dan sedang dalam proses pembangunan. Film ini terdiri dari serangkaian tokoh yang berkaitan satu dengan yang lain. Vindha, cewek misterius yang sewaktu SMA sering di bully ini mengajak teman-temannya untuk bermain permainan yang melibatkan arwah yang berasal dari Jepang. Permainan ini bernama Hitori Kakurenbo atau artinya bermain petak umpet sendiri. Permainan pemanggilan arwah ini menggunakan boneka sebagai medium untuk memanggil arwah, arwah yang dipanggil akan merasuki boneka ini dan mencari diri kita pada saat kita bersembunyi.

Vindha melakukan ritual permainan Hitori Kakurenbo
Tiara dan Gaby merasakan kengerian melihat Vindha melakukan ritual
Geng bully Mami dkk menertawai Vindha

Tiga, dua, satu Permainan dimulai!
Sesuatu diluar akal sehat terjadi!
Apa yang terjadi di acara reunian ini adalah sebuah mimpi buruk!
Bikin film Petak Umpet Minako adalah sebuah tantangan besar lainnya yang saya hadapi sebagai seorang filmmaker. Tokoh dalam novelnya itu banyak banget, ada sekitar 15 orang, dan mereka terkait satu dengan yang lain. Tentunya, memang tidak bisa semua tokoh mendapatkan porsi yang sesuai novelnya. Tapi, waktu nulis skenarionya, saya berusaha keras supaya ketegangan yang saya rasakan waktu baca novelnya itu engga berkurang di filmnya.




























Komentar

Postingan populer dari blog ini

Film Mereka Yang Tak Terlihat Mengundang Arwah Untuk Diwawancara

Film Mereka Yang Tak Terlihat (MYTT) adalah film yang risetnya agak tidak biasa. Bagaimana engga, kalo kita berbicara langsung dengan arwah yang sedang merasuki seorang anak indigo bernama Frisly Balqis (17). Sebagai penulis skenario dan juga sutradara film ini saya cukup tertantang dengan project ini, memang setiap film yang saya kerjakan selalu punya tantangan yang berbeda-beda. Nah, kali ini saya harus berhadapan langsung dengan mahluk halus.

Awal perkenalan dengan Frisly adalah ketika Frisly bermain dalam film saya yang berjudul Rumah Malaikat. Di film itu Frisly berperan sebagai hantu, nah pada saat shooting ternyata saya baru tahu kalau Frisly seorang anak indigo. Memang dibalik sosoknya yang mungil tidak ada yang menyangka kalau Frisly sudah berumur 17 tahun dan sudah lulus SMA! Anyway, saya banyak ngobrol dengan Frisly mengenai project MYTT. Engga tanggung-tanggung, saya mau data-data saya akurat maka saya menjadikan Frisly sebagai narasumber film MYTT. Selain Frisly, saya ju…

MY NEXT MOVIE : PETAK UMPET MINAKO & RUMAH MALAIKAT

Heloooo… Maaf sekali baru update blognya sekarang. Gomenasaiii! Mau update aja kalo sekarang gue lagi script development film horor dengan judul Mereka Yang Tak Terlihat yang akan diproduksi oleh rumah produksi Skylar Pictures. Hmmm… skenarionya sih udah menuju tahap final draft, setelah digodok langsung bersama executive producernya.

Editing Rumah Malaikat sudah hampir selesai, tinggal color grading, SFX dan musik. Sedangkan Petak Umpet Minako masih dalam tahap editing.

Biar makin penasaran dengan Rumah Malaikat dan Petak Umpet Minako, ini gue kasih beberapa gambar yaa… :)


Film Horror The Mannequins Karya Billy Christian (Bag.1)

Salah satu jenis teror dalam film horror yang saya sukai itu adalah jenis “doll horor”, film horror yang terornya itu berasal dari boneka. Banyak sih film Hollywood yang seperti itu contohnya : Dolls (1987), Puppet Master (1989), Dolly Dearest (1992), Demonic Toys (1992), Childs Play series (1988-2013), Dead Silence (2007), Annabelle (2014), Robert (2015) dan masih banyak lagi. Setelah bikin Petak Umpet Minako dengan boneka Jepang ichimatsu doll, saya bikin film juga yang engga jauh dari tema boneka yang berjudul The Mannequins.



Untuk film The Mannequins sendiri, saya yang bikin sendiri idenya dan skenarionya juga saya yang tulis sendiri. Kemudian saya pitching ke produser sebuah production house baru bernama Tymora Films. Setelah berhasil meyakinkan para produser dengan konsep ide dan cerita dasarnya kemudian project ini pun berjalan. Proses penulisan skenario memakan waktu sekitar 1-3 bulan. Pada saat preproduksi berjalan pun, skenario masih terus di furnished. Karena pada dasarnya, …